Senin, 18 Maret 2013

RPP BK




AKU NGGAK PERLU MINDER !
Tugas Perkembangan 2 :
Mempersiapkan diri, menerima, dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat

Bidang Bimbingan :
Sosial

Rumusan Kompetensi :
Memahami bahwa perubahan fisik dan psikis mempengaruhi perubahan sosial

Tema :
Meningkatkan kepercayaan diri

Sub Tema :
Tidak tergantung pada orang lain

Nilai :
Semangat hidup

Waktu :
2 x pertemuan

Indikator :
v  Memiliki kepercayaan diri
v  Memiliki kemandirian


ARAH PEMBIASAAN :
Anak-anak yang berusia 12 – 19 tahun sedang berada dalam pertumbuhan yang mengalami masa remaja. Pada masa ini banyak terjadi perubahan-perubahan fisik maupun psikisnya sehingga pada perubahan ini terjadi perubahan kejiwaan yang menimbulkan kebingungan di kalangan remaja. Mereka mengalami gejolak emosi dan tekanan jiwa sehingga mudah menyimpang dari aturan dan norma-norma sosial yang berlaku di kalangan masyarakat.
            Masa remaja juga merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Mereka tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak lagi tetapi jika dilihat dari pertumbuhan fisiknya belum dapat dikatakan orang dewasa.
            Ada beberapa anak remaja dapat dengan cepat menerima serta memahami perubahan dalam dirinya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki akan tetapi tidak sedikit pula yang kesulitan dalam menyesuaikan adanya perubahan-perubahan dalam dirinya terutama berkaitan dengan kekurangannya sehingga akan terbentuk pribadi atau prilaku yang menyimpang, seperti : stres, depresi, menarik diri dari pergaulan atau bahkan justru agresif dll.
           




Dalam keadaan seperti itu , seseorang mudah dikuasai oleh pikiran-pikiran yang yang negatif yang bila tidak segera menyadarinya akan berakibat buruk bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, remaja harus memiliki prinsip yang kuat dalam hidupnya untuk membentengi pikiran, perasaan dan hati dengan mengingat pada Sang Pencipta.

Cerita
            Sari adalah seorang anak yang tidak terlalu cantik. Pada awalnya, keadaan fisik Sari sesuai dengan pertumbuhan normal. Tetapi pada usia 11 tahun dia mengalami menstruasi pertama. Selanjutnya terjadi perubahan pada fisiknya dengan bertambahnya berat badan. Mukanya yang bersih mulai ditumbuhi banyak  jerawat. Dengan keadaan seperti itu dia tidak memperdulikannya. Dia tetap seperti Sari yang dulu yang lincah, supel, pinter, dan percaya diri. Dengan perilakunya yang pandai membawa diri dia tetap disenangi oleh teman-temannya. Bahkan dia aktif di organisasi baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Bercermin
Terlampir ( Tempayan Yang Retak )

1.        Perubahan fisik dan psikis merupakan kodrat alam sebagai makhluk hidup
2.        Pertumbuhan fisik yang dialami terlihat jelas atau tidak
3.        Perubahan fisik yang terjadi aku terima apa adanya
4.        Dibalik kekurangan pasti ada kelebihan ! ( Ingat Allah Betul-betul MAHA ADIL !)

Tugas
Coba anda jelaskan dengan ringkas pertanyaan di bawah ini!
1.        Bagian tubuh manakah yang membuatmu merasa malu?
2.        Hal-hal apa sajakah yang membuat kamu merasa tersinggung oleh teman-temanmu?
3.        Apa yang harus kamu lakukan agar kamu tidak DIKUASAI OLEH PIKIRAN-PIKIRAN YANG NEGATIF ?

                                                                                                            Surabaya,                 2011
      Mengetahui
   Kepala Sekolah                                                                                 Guru Pembimbing


Drs. Sukono,SH, M. Si                                                                               Kumiyati, S.Pd
                                                                                                           



TEMPAYAN RETAK

Seorang tukang air India memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan , yang di bawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satu lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke  rumah majikannya , tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.
Hal. Ini tejadi setiap hari, selama dua tahun. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya., karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun, si tempayan yang retak itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.
Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan yang pahit ini, tempayan yang retak itu berkata kepada si tukang air, “ Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu.”
“Kenapa?” Tanya si tukang air,” kenapa kamu merasa malu?”
“ Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita.
Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi.” Kata tempayan itu.
Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak dan dalam belas kasihannya ia berkata,”jika kita kembali ke rumah majikan besuk, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga  indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali  sedih karena separuh air yang dibawa telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.











Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di sepanajng jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu. Itu karena saya selalu menyadari cacatmu  dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini saya telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”



Setiap kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan.
“Ketahuilah di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.”

Memo tuk anak-anakku tercinta





                                                                                                           Surabaya,                 2011
      Mengetahui
   Kepala Sekolah                                                                                    Guru Pembimbing


Drs. Sukono,SH, M. Si                                                                                  Kumiyati, S.Pd
                                                                                       








TIDAK ADA KATA GAGAL


Tugas Perkembangan  7
Mengenal  gambaran dan mengembangkan sikap tentang  kehidupan mandiri secara emosional , sosial dan ekonomi

Bidang Bimbingan
Karir

Rumusan Kompetensi
Memahami kehidupan Karir  sesuai dengan gambaran tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial dan ekonomi

Tema
Nikmat Meraih Sukses

Sub Tema
Motivasi dan semangat meraih sukses

Nilai
Gambaran meraih sukses

Waktu
2 X Pertemuan

Indikator
v  Memiliki motivasi dan semangat untuk meraih sukses
v  Memiliki gambaran bahwa sukses akan dapat diraih dengan usaha dan do’a
v  Memilki prinsip untuk meraih sukses


Arah Pembiasaan
Sukses dalam kehidupan  adalah dambaan setiap orang. Banyak kerikil tajam, onak dan duri, rintangan dan halangan yang perlu disingkirkan, diatasi dan dilalui seseorang sebelum sampai pada keberhasilan.
Pintu sukses terbuka untuk setiap orang, sesuai dengan  diri dan tuntutan lingkungannya. Sukses tidak dapat diraih begitu saja, tidak hanya dengan berdiam diri dan berpangku tangan atau bahkan hanya bergelut dengan umpama - umpama  seseorang akan dapat meraih sukses.
Banyak orang berhasil meraih sukses. Tetapi tidak sedikit pula yang mengalami kegagalan atau tidak mampu mencapai keberhasilan dalam meraih sukses.
Bagi yang berhasil, tidak perlu sombong. Sikapi keberhasilan itu dengan kearifan dan terus meningkatkan diri serta menambah ketaqwaan diri terhadap Tuhan Yang Maha Esa.



Bagi yang  gagal / tidak berhasil, tidak perlu putus asa. Jadikanlah kegagalan sebagai suatu pelajaran dan pengalaman tempat kita untuk bercermin. Tanamkan dalam diri bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Janganlah pernah mau menyerah, dan jangan sekali-kali menyalahkan atau bahkan menvonis diri sendiri.
Seseorang akan mendekati  sukses, melalui tiga variabel yaitu :
1.       Motif untuk berhasil
2.       Probabilitas atau kemungkinan berhasil
3.       Nilai insentif dari yang didapat dari keberhasilan 
Makin kuat dorongan seseorang untuk berhasil, dan diikuti makin kuat kemungkinan untuk berhasil serta makin besar / tinggi imbalan yang akan diterima apabila dapat melakukan suatu jabatan, maka makin besar pula kecenderungan meraih sukses bagi seseorang. Sebaliknya apabila dorongan rendah, kemungkinan berhasil kurang, mungkin disebabkan oleh manfaat yang akan diterima kecil, maka kecenderungan untuk meraih sukses akan rendah pula ( Kiat sukses, A.Muri Yusuf  2002).

Cerita
TITIK ES DALAM HATI

Di sebuah perusahaan rel kereta api ada seorang pegawai, namanya Nick. Dia sangat rajin bekerja, dan sangat bertanggungjawab, tetapi dia mempunyai satu kekurangan yaitu dia tidak mempunyai harapan apapun terhadap hidupnya. Dia melihat dunia ini dengan pandangan tanpa harapan sama sekali.
Pada suatu hari semua karyawan bergegas untuk merayakan ulang tahun bos mereka. Semuanya pergi dengan cepat sekali. Tanpa sengaja Nick terkunci di sebuah mobil pengangkut es yang belum sempat dibetulkan.







Nick berteriak, memukul pintu dengan keras. Namun, semua orang yang ada di kantor sudah pergi merayakan ulang tahun bosnya. Maka tidak ada yang mendengarnya. Tangannya sudah merah bengkak memukul pintu mobil itu. Suaranya sudah serak akibat berteriak terus, tetapi tetap tidak ada orang yang mempedulikannya. Akhirnya dia duduk di dalam sambil menghelakan nafas yang panjang.
Semakin dia berpikir, semakin dia takut. Dalam hatinya dia berpikir.” Dalam mobil es suhunya pasti di bawah nol derajat, kalau dia tidak segera keluar dari situ, pasti akan mati kedinginan .” Terpaksa dengan tangan yang gemetar, dia mencari secarik kertas dan sebuah bolpen, menuliskan surat wasiatnya.
Keesokan harinya, semua karyawan pun datang bekerja. Mereka membuka pintu mobil pengangkut es tersebut, dan sangat terkejut menemukan Nick yang terbaring di dalam. Mereka segera mengeluarkan Nick untuk ditolong tetapi dia sudah tidak bernyawa lagi.
Tetapi yang paling mereka kagetkan adalah listrik mobil untuk menghidupkan mesin itu tidak di buka, dalam mobil yang besar itu juga ada cukup oksigen untuknya, yang paling mereka herankan lagi adalah suhu dalam mobil itu hanya 28 derajat saja, tetapi Nick malah mati kedinginan.
Nick bukanlah mati karena suhu dalam mobil terlalu rendah, dia mati karena titik es di dalam hatinya. Dia sudah menghakimi dirinya sebuah hukuman mati. Bagaimana dapat hidup terus? Percaya pada diri sendiri adalah sebuah perasaan hati.







Orang yang mempunyai rasa percaya diri tidak akan langsung putus asa begitu saja, dia tidak akan langsung berubah sedih terhadap keadaan hidupnya yang berjalan kurang lancer.
Tanyalah pada diri kita sendiri, apakah kita sendiri langsung memutuskan bahwa kita tidak mampu untuk mengerjakan suatu hal, sehingga kita kehilangan banyak kesempatan untuk menjadi sukses? Kehilangan banyak kesempatan untuk belajar mandiri? Untuk jadi lebih mengerti kehidupan ini?
Yang mempengaruhi semangat bukanlah factor-faktor dari luar, melainkan hatimu sendiri. Sebelum berusaha sudah dikalahkan oleh diri kita sendiri biarpun ada banyak bantuan yang tertuju pada dirimu tetap tidak akan membantu.

Bercermin

1.         Apakah saya orang yang gigih ?
2.         .Apakah saya orang  yang  mampu tegas ?
3.         Apakah saya orang yang sabar ?
4.         Apakah saya orang yang tabah
5.         Apakah saya bergairah dalam kehidupan ?
6.         Apakah saya meyakinkan ?
7.         Apakah saya mau bekerja keras ?
8.         Apakah saya mampu bekerja keras ?
9.         Apakah saya inovatif ?
10.      Apakah saya mampu memotivasi diri sendiri ?
11.      Apakah saya tidak mudah menyerah ?
12.      Apakah saya tahan banting dalam melakukan sesuatu ?
13.      Apakah saya percaya diri ?
14.      Apakah saya ulet dalam berbuat ?
15.      Apakah saya orang yang tekun ?
16.      Apakah saya orang yang bersemangat ?






17.      Apakah saya orang yang mampu mengendalikan diri ?
18.      Apakah saya dapat diandalkan ?
19.      Memang saya yang salah, karena saya kurang gigih berusaha, sehingga saya mengalami  kegagalan.
Komentar...........................................................................................................
..................………………………………………………………….....……………..
20.      Bagaimana mungkin saya akan berhasil meraih sukses dengan hanya berbekal ijazah SMP. Sedangkan banyak yang lulusan sarjana menjadi pengangguran.
Komentar ..........................................................................................................
..................………………………………………………………….....……………..
TUGAS
A.      Bagaimanakah anda menyikapi kenyataan seperti di bawah ini :
No.
Kenyataan
Sikap yang dilakukan
1.    
Dapat meraih sukses

2.    
Mengalami kegagalan

3.    
Orang tua kurang mampu

4.    
Orang tua kurang mendukung

5.    
Kurang komunikasi


B.      Carilah orang yang Anda anggap sukses boleh dari keluarga, tetangga sekitar maupun siapa saja. Lakukan wawancara dan tulis hasilnya, kemudian berilah komentar dan diskusikan hasilnya dengan teman sebangku!

                                                                                                            Surabaya,                 2011
      Mengetahui
   Kepala Sekolah                                                                                     Guru Pembimbing


Drs. Sukono,SH, M. Si                                                                                   Kumiyati, S.Pd


BUKALAH HATI KITA

Tugas Perkembangan  6
Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan atau mempersiapkan karir serta berperan aktif dalam kehidupan di masyarakat.

Bidang Bimbingan :
Pribadi.

Rumusan Kompetensi :
Memiliki kesadaran dan dorongan untuk berperan aktif dalam kehidupan masyarakat.

Tema :
Meningkatkan kesadaran sebagai anggota masyarakat.

Sub Tema :
Kesadaran  siswa dalam kegiatan sosial.

Nilai :
Peran siswa di masyarakat.

Indikator :
v  Memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan di masyarakat.
v  Merasakan dan mengerti akan kesulitan orang lain.

Waktu :
2 Kali Pertemuan



ARAH PEMBIASAAN :
Memiliki sifat menolong merupakan sifat terpuji, apalagi ditambah dengan ikhlas, tanpa maksud mendapatkan balasan dari orang yang ditolong. Ada kepuasan tersendiri apabila kita dapat menolong sesorang, jiwa penolong hanya akan terwujud manakala kita merasakan bahwa kita hidup berdampingan dengan orang lain dan berinteraksi untuk saling memenuhi kebutuhan hajat hidup sesama.
Nilai-nilai akhlakul karimah mengajarkan untuk senantiasa tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan tidak dibenarkan untuk tolong menolong dalam persekongkolan untuk berbuat maksiat. Sebagai remaja atau siswa yang berakhlakul karimah akan memiliki sifat penolong ini dalam perilakunya sehari-hari. Dia akan menolong siapa saja dalam batas-batas kemampuannya baik di minta ataupun tidak, dia akan suka rela membantu teman-temannya didalam kesulitan atau membantu orang-orang yang tertimpa musibah. Remaja atau siswa sebaiknya tidak melakukan




 hal-hal yang bersifat atau kejahatan seperti mencuri, merampok, tawuran dsb. Dan yang perlu diingat bahwasannya ”Jikalau kita berbuat baik terhadap orang lain itu berarti kita berbuat baik pada diri sendiri, jikalau kita menolong orang lain sebenarnya disaat itulah kita menolong diri sendiri.”

CERITA
Masih belum bisa kita lupakan peristiwa bencana badai dan gelombang tsunami yang terjadi di daerah Nangro Aceh Darussalam tepatnya Longa 27 Desember 2004. peristiwa tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa dan harta benda. Dengan kejadian tersebut membuat dermawan untuk membantu meringankan korban bencana alam dengan memberikan sumbangan berupa sembako, pakaian, obat-obatan, uang dan lain-lain. Tak ketinggalan peran serta dan partisipasi dari kalangan siswa untuk membantu para korban tsunami. Kegiatan para pengurus Osis untuk mencari dan mengumpulkan dan ini membuktikan bahwa siswa itu sangat besar perhatiannya terhadap kegiatan sosial atau kemanusiaan. Tidak sekedar bantuan berupa material yang diberikan tetapi juga dukungan moril supaya para korban bencana alam bisa tetap sabar. Walaupun siswa itu masih banyak harus dibayar di sekolahnya tetapi mereka masih sempat untuk menyisihkan uang sakunya untuk amal.

BERCERMIN:
GEMA
Seorang anak kecil dan ayahnya sedang berjalan sebuah gunung. Tiba-tiba anak itu tergelincir dan menjerit, “aaaaahhhh!!!!!” Betapa kagetnya ia ketika mendengar ada suara dari balik gunung, “Aaaaahhhh!!!!!”
Denga penuh rasa ingin tahu, ia berteriak, “Hai siapa kau ?” Ia mendengar lagi suara dari balik gunung, “Hai siapa kau ?”
Ia merasa dipermainkan dan dengan marah berteriak lagi “Kau pengecut..!!” Sekali lagi dari balik gunung terdengar suara, “Kau pengecut..!!





Ia lalu menengok ke ayahnya dan bertanya “ Ayah, sebenarnya apa yang terjadi ?”
Ayahnya tersenyum dengan bijak dan berkata “Anakku, mari perhatikan ini”.
Kemudian ia berteriak sekuat tenaga pada gunung. “Aku mengagumimu..!!” Dan suara itu menjawab “Aku mengagumimu..!!”
Sekali lagi ayahnya berteriak, “Kau adalah sang juara...!!” suara itu pun menjawab lagi “Kau adalah sang juara...!!”
Anak itu merasa terheran-heran, tapi masih juaga belum memahami.Kemudian ayahnya menjelaskan :
“Nak orang-orang sering menyebutkannya GEMA, tetapi inilah sesungguhnya yang dimaksud dengan HIDUP itu. Ia akan mengembalikan padamu apa saja yang kau lakukan dan katakan. Hidup kita ini hanyalah refleksi dari tindakan kita. Bila kau ingin mendapatkan lebih banyak CINTA KASIH di dunia ini, maka berikanlah CINTA KASIH dari HATIMU. Bila kau ingin mendapatkan kebaikan dari orang lain, maka berikanlah kebaikan dari dirimu. Hal ini berlaku pada apa saja dan pada semua aspek dalam hidup. Hidup akan memberikan apa yang telah kamu berikan padanya. Maka sebenarnya HIDUP INI BUKAN SUATU KEBETULAN

HIDUP adalah PANTULAN DARI DIRIMU, GEMA DIRIMU
1.         Saya merasa senang membantu orang lain yang tengah mengalami kesusahan
Komentar  : …………………………………………………………………………..
..................………………………………………………………….....……………
.................………………………………………………………….....………………
2.         Saya tertarik memperhatikan masalah sosial.
Komentar  : …………………………………………………………………………..
..................………………………………………………………….....……………
.................………………………………………………………….....………………
3.         Saya membantu orang lain yang meminta pertolongan
Komentar  : …………………………………………………………………………..
..................………………………………………………………….....……………
.................………………………………………………………….....………………




4.         Saya memberikan dukungan moril kepada teman yang mengalami musibah.
Komentar  : …………………………………………………………………………..
..................…………………………………………………………...........................
5.         Saya memelihara keharmonisan hidup bersama.
Komentar  : …………………………………………………………………………..
..................………………………………………………………….....……………...           

TUGAS :
1.       Buatlah tulisan ringkas yang menceritakan bahwa
a.     Mengapa anda ikut membantu orang lain.?
b.     Kegiatan apa yang paling disukai ?
c.     Apa saja yang menghambat lingkungan sosial di masyarakat ?

2.       Bagaimanakah sikap orang tua dalam mendukung kegiatan sosial di masyarakat.




                                                                                                            Surabaya,                 2011
      Mengetahui
   Kepala Sekolah                                                                                     Guru Pembimbing


Drs. Sukono,SH, M. Si                                                                                   Kumiyati, S.Pd











A K U  I N G I N  S U K S E S!

Tugas Perkembangan 4
Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan yang lebih luas

Rumusan Kompetensi
Mewujudkan pengaruh positif dan menghindari  pengaruh negative dari hubungan dalam kehidupan sosial yang lebih luas terhadap kegiatan belajar

Bidang Bimbingan
Belajar

Tema
Hakikat Belajar

Sub Tema
Mencapai Keberhasilan Belajar

Nilai
Hasil Belajar memuaskan

Indikator
Mampu memahami hakikat belajar yang sebenarnya
Mampu memahami pengalaman yang didapat adalah  proses belajar


ARAH PEMBIASAAN
Para orang tua sekarang cenderung memilih sekolah sebagai alternative utama bagi anak-anak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Sekolah sendiri mempunyai peraturan, kebijakan dan keterikatan kurikulum yang harus diikuti oleh siswa.
Jika anak didik ingin berprestasi lebih tinggi dan trampil, maka diwajibkan mengikuti les tambahan, atau kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan ketentuan yang ada. Hal demikian memunculkan anggapan bahwa kalau mau pintar itu harus mahal, sehingga orang berduit saja yang mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.
Padahal tidak demikian, kecerdasan tidak harus  selalu mahal. Mendidik anak tidak harus selalu di sekolah formal, rumah sebagai lingkungan pertama anak  dapat difungsikan sebagai sekolahnya yang pertama, murah, dan efektif karena pada dasarnya belajar bukanlah bagaimana siswa menerima materi-materi pelajaran,bagaimana  harus bisa mendapatkan nilai bagus, bagaimana menjadi sang juara disekolahnya, dll tetapi yang penting dari itu adalah bagaimana siswa mendapat kan pengalaman, sehingga siswa dapat menghayati hakikat belajar itu sendiri.



Semua proses belajar perlu pendampingan serta panduan  yang lebih baik dan teratur, sebagai mana anak-anak didampingi pada saat nonton televisi, memilih buku dan lain sebagainya. Selain dari pada itu, keteladanan orangtua juga  akan sangat berpengaruh pada keberhasilan belajar anak, bagaimana anak akan dapat memahami hakikat dari belajar itu sendiri terutama pemahamannya dalam menerima transformasi pengetahuan, tindakan/prilaku, ketrampilan dll.

CERITA
Sebelumnya, tidak pernah terbesit sedikitpun di pikiran Mamas, demikian panggilan akrab Mashur Aziz Helmy, menjadi pemenang Olimpiade Internasional Astronomi 1-9 Oktober 2004 di Ukraina.
Sosok remaja yang saat ini memang pantas dikagumi. Dalam hal ini  orang tualah yang paling berbahagia. Anak yang dibesarkan dan dididik dalam kesahajaan  telah mengharumkan nama bangsa. Artnya dukungan yang diberikan kepada Mamas selama ini tidak sia-sia. Meski pandai, Mamas tidak sombong, bergaulnya tidak memilih-milih teman. Mamas rajin belajar walaupun tidak punya meja belajar khusus. Dan yang paling penting dia mengatakan bahwa


BERCERMIN

1.        Mengapa  saya harus  belajar?
Komentar : ……………………………………………………………………......…….
……………………………………………………………………….........................…
……………………………………………………………………….........................…

2.        Untuk Apa saya belajar ?
Komentar : ……………………………………………………………………......…….
……………………………………………………………………….........................…
……………………………………………………………………….........................…

3.        Apa yang saya dapatkan dari belajar ?
Komentar : ……………………………………………………………………......…….
……………………………………………………………………….........................…
……………………………………………………………………….........................…



4.        Saya belajar atas kemauan orang tua.
Komentar : ……………………………………………………………………......…….
……………………………………………………………………….........................…
……………………………………………………………………….........................…

5.        Saya senang, orang tua saya sangat memperhatikan saya.
Komentar : ……………………………………………………………………......…….
……………………………………………………………………….........................…
……………………………………………………………………….........................…
6.        Walau tidak ada meja belajar dirumahku, aku tetap semangat belajar.
Komentar : ……………………………………………………………………......…….
……………………………………………………………………….........................…
……………………………………………………………………….........................…
7.        Ingin sekali saya menjadi juara seperti Mamas.
Komentar : ……………………………………………………………………......…….
……………………………………………………………………….........................…
……………………………………………………………………….........................…
8.        Apakah perhatian orang tua sangat membantu keberhasilan saya?
Komentar : ……………………………………………………………………......…….
……………………………………………………………………….........................…
……………………………………………………………………….........................…
9.        Apakah selama ini saya sudah membuat jadwal waktu belajar?
Komentar : ……………………………………………………………………......…….
……………………………………………………………………….........................…
……………………………………………………………………….........................…




                                                                                                 Surabaya,                 2011
      Mengetahui
   Kepala Sekolah                                                                                      Guru Pembimbing


Drs. Sukono,SH, M. Si                                                                                Kumiyati, S.Pd





2 komentar:

  1. TERIMAKASIH IBU... SMG MENJADI AMAL....ILMUNYA ....
    maaf RPP Kurikulum 2013 ada g yah ,..... heee...

    BalasHapus
  2. TERIMAKASIH IBU... SMG MENJADI AMAL....ILMUNYA ....

    BalasHapus