Selasa, 03 Mei 2016

RPL BK KELAS XI



RENCANA PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING (RPBK)

Sekolah                                   : SMA  Wijaya Putra Surabaya
Kelas/semester                        : XI/Ganjil
Alokasi waktu                         : 1 x 45 menit (1 x pertemuan)
Bidang Bimbingan                  : Bimbingan Pribadi
Materi / topik                          : Berpikir dan Bersikap Positif
Fungsi Bimbingan                   : Fungsi Pemahaman dan Pencegahan
Jenis Layanan                          : Layanan Informasi

       I.            Standar Kompetensi             :
Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial, berdasarkan tugas perkembangan menurut Havighurst dalam Hurlock (Api, 2008)

    II.            Kompetensi Dasar                 :
1.      Siswa memiliki perilaku berpikir dan bersikap positif terhadap orang lain dan keadaan dirinya
2.      Siswa mampu menerapkan sikap tersebut dalam kehidupan sehari-harinya
3.      Siswa mampu menerapkan trik atau kiat-kiat agar dapat berpikir dan bersikap positif dalam segala keadaan.

 III.            Indikator                                :
Kognitif
Konten :
1.      Menyebutkan pengertian dan manfaat dari bersikap dan berpikir positif
2.      Mengidentifikasi sikap dan perilaku yang berpikir positif
Proses :
1.      Menceritakan langkah-langkah jitu agar siswa dapat mengubah pikiran dan sikapnya menjadi positif
2.      Menyelesaikan suatu kasus yang secara berkelompok mengenai sikap dan pikirannya yang positif.
Afektif
Perilaku berkarakter:
·         Tanggung jawab, berani berpendapat, menghargai pendapat orang lain.
Keterampilan sosial:
·         Melakukan komunikasi meliputi bertanya, dan berpendapat, kerjasama, serta menjadi pendengar yang baik.
·         Melakukan diskusi dengan teman-temannya.

 IV.            Tujuan :
Kognitif
Konten :
1.      Menyebutkan pengertian dan manfaat dari bersikap dan berpikir positif, siswa memahami peran penting memiliki positive thinking
2.      Mengidentifikasi sikap dan perilaku yang berpikir positif, siswa mampu membedakan mana perilaku yang berpikir positif, mana yang bukan.
Proses :
1.      Menceritakan langkah-langkah jitu agar siswa dapat mengubah pikiran dan sikapnya menjadi positif, siswa mampu menyebutkan langkah-langkah mengubah dirinya untuk berpikir dan berperilaku positif
2.      Menyelesaikan suatu kasus yang secara berkelompok mengenai sikap dan pikirannya yang positif, siswa secara mandiri mampu mengatasi masalahnya dengan pikiran positif
Afektif
Perilaku berkarakter:
·         Terlibat dalam proses bimbingan dan konseling yang berpusat pada siswa, siswa dapat menunjukkan tanggung jawab, berani berpendapat, serta menghargai pendapat orang lain minimal dinilai membuat kemajuan dengan LP4 perilaku berkarakter.



Keterampilan sosial:
·         Terlibat dalam proses bimbingan dan konseling yang berpusat pada siswa, siswa mampu melakukan komunikasi meliputi presentasi, bertanya, dan berpendapat, kerjasama, serta menjadi pendengar yang baik.

    V.            Topik / Materi                       :
Bersikap dan Berpikir Positif (materi terlampir)

 VI.            Metode                                   :
·         Model bimbingan Klasikal
·         Metode presentasi, diskusi, tanya jawab, serta pemberian tugas

VII.            Alat dan Sumber Belajar                 :
Sumber:
1.      Informasi dan artikel dari internet
2.      Buku LKS siswa
3.      Hand Out mengenai positive thinking
Alat :
1.      LCD, laptop
2.      Papan tulis dan spidol
3.      Lembar tugas untuk siswa

VIII.            Penilaian                                :
Laiseg (Penilaian Segera) :
1.      Pengamatan terhadap proses layanan Bimbingan dan Konseling.
·         Pengamatan tentang keseluruhan materi
·         Pengamatan perilaku berkarakter
2.      Tugas dan angket
Laijapen : menunjukkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari
Laijapan : evaluasi




 IX.            Daftar Pustaka                      :

Api. 2008. Tugas Perkembangan Remaja. http://apadefinisinya.blogspot. com/.../tugas-tugas-perkembangan-remaja.html
Mulyaningtyas, Renita B., Hadiyanto, Purnomo Yusuf. 2006. Bimbingan dan Konseling SMA Untuk Kelas XI. Jakarta : Penerbit Erlangga


                                                                        Surabaya, 14 September 2015
                                                                                                            Konselor


     Kumiyati, S.Pd





















LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

Tujuan             : Pengamatan ini akan memusatkan pada bagaimana perilaku siswa.
Petunjuk          : Amati pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling mulai pembukaan sampai penutup. Untuk akivitas 1 – 5, amati salah satu kelompok tertentu. Untuk aktivitas 6 – 8 amati seluruh siswa. Bubuhkan tanda tolly pada perilaku berikut yang sudah diamati.

______________________________________________________________________

Frekuensi                                               Aktivitas siswa
1)        Membaca (mencari informasinya dsb)
2)        Mendiskusikan tugas
3)        Mencatat
4)        Mendengarkan penjelasan guru
5)        Melakukan simulasi / praktik
6)        Bertanya kepada guru
7)        Mempresentasikan, bertanya, menyampaikan pendapat
8)        Perilaku tidak relevan
________________________________________________________________________












FORMAT PENGAMATAN PERILAKU BERKARAKTER

Siswa       :
Kelas        :
Tanggal    :

Petunjuk: Untuk setiap perilaku berkarakter, beri penilaian atas perilaku berkarakter siswa menggunakan skala berikut ini:
D = menunjukkan perbaikan
C = menunjukkan kemajuan
B = memuaskan
A = sangat baik

Format Pengamatan Perilaku Berkarakter
NO
Rincian Tugas Kinerja
(RTK)
Menunjukkan perbaikan
(D)
Menunjukkan kemajuan
(C)
Memuaskan

(B)
Sangat baik

(A)
1.
Tanggung jawab




2.
Membantu teman




3.
Kekompakan dan kerjasama




4.
Berani berpendapat




                                                                                                
Catatan Khusus:
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


                                                                                                 Surabaya, 14 September 2015
                                                                                                            Pengamat

                                                                                                 __________________
Laporan pengamatan terhadap proses Layanan Bimbingan dan Konseling

Kriteria
Penskoran
Skor
Skor max
Minat terhadap materi
·         Sangat berminat
4
4
·         Cukup berminat
3
·         Kurang berminat
2
·         Tidak berminat
1

Mendiskusikan materi
·         Sangat baik
4
4
·         Cukup baik
3
·         Kurang baik
2
·         Tidak baik
1

Pemahaman materi
·         Sangat memahami materi
4
4
·         Cukup memahai materi
3
·         Kurang memahami materi
2
·         Tidak memahami materi
1

Jumlah

















Materi :
Berpikir dan Bersikap Positif

Tata cara hidup seseorang dipengaruhi oleh cara berfikirnya. Cara berfikir seseorang tercermin melalui ucapan-ucapannya. Stephen Covey (1997) menyarankan kita untuk berhati-hati dengan pikiran kita karena jika kita memikirkannya terus-menerus akan lahir dalam perkataan. Prasangka melahirkan pandangan yang biasanya negatif terhadap orang, kelompok, suku atau bangsa lain yang belum terbukti kebenarannya. Menurut Hildegard & Fischer ada beberapa ciri khas prasangka, yaitu :
  1. Berupa penilaian negatif terhadap orang lain
  2. Merupakan kesimpulan yang kebenarannya tidak dibuktikan terlebih dahulu
  3. Kesimpulan tersebut dianggap berlaku bagi setiap anggota suatu kelompok tertentu
  4. Kesimpulan tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga seolah-olah sulit berubah dan akan berlaku sampai kapanpun.

Keburukan prasangka :
  • Prasangka akan menyulitkan kehidupan manusia karena dapat menghalangi terciptanya suasana harmonis dan saling tenggag rasa (bertoleransi) satu sama lain.
  • Prasangka dapat menimbulkan kebencian terhadap orang atau kelompok tertentu.
  • Prasangka akan menyuburkan rasa sombong dan perasaan diri lebih daripada kelompok lainnya, bahka dapat menyebabkan perpecahan dari kelompok kecil sampai perang antarnegara.
  • Prasangka identik dengan pikiran negatif. The Journal Proceedings of The National Academy of Science menemukan fakta bahwa aktivitas otak yag berpikiran negatif dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Berpikir positif
Berpikir positif adalah sebuah sikap mental yang mencerminkan pemikiran, perkataan dan gambaran yang dimiliki seseorag itu selaras dengan pertumbuhan, perkembangan, dan kesuksesan yang ingin dicapainya. Pikiran positif mengharapkan adanya kegembiraan, kesenangan, kesehatan dari setiap situasi maupun tindakan yang dilakukan. Orang yang berpikir positif berarti ia berpikir secara benar. Cara berpikir secara benar:
  1. Memilih hal-hal yang penting dan yang tidak penting
  2. Jika kita menghadapi masalah yang tidak penting, buatlah keputusan apapun yang diambil tidak akan menyebabkan perbedaan besar.
  3. Jika masalah yang dihadapi adalah masalah penting, tundalah untuk menanggapi masalah tersebut barang sejenak sehingga kita punya waktu untuk berpikir
  4. Mulai sekarang, gunakanlah langkah-langkah tersebut dalam menghadapi setiap masalah penting dalam hidup.

Berpikir secara benar akan menuntun orang untuk selalu optimis. Optimisme dapat membantu kita memproses informasi dengan pikiran jernih dan member rasa percaya diri yang tinggi. Norman Vincent Peale mengajarkan beberapa prinsip berpikir positif, diantaranya :
  1. Percaya pada diri sendiri
  2. Pikiran yang damai menghasilkan kekuatan
  3. Memiliki energy yang konstan
  4. Percaya dan yakin akan kekuatan doa
  5. Jangan suka gusar dan rewel
  6. Menerima dan mensyukuri apa yang dimiliki
  7. Selalu berharap dan dapatkan yang terbaik
  8. Tidak percaya akan kekalahan
  9. Hentikan kebiasaan khawatir
  10. Mempunyai kekuatan untuk memecahka masalah pribadi
  11. Rileks untuk kekuatan yang santai
  12. Buatlah orang untuk menyukai anda

Bersikap dan bertindak positif
Dunia ini tidak peduli dengan apa yang kita tahu kecuali apa yang kita lakukan. Kita tidak mendapatkan balasan dari apa yag kita khayalkan (fantasi) melainkan dari apa yang kita usahakan. Karena itu, hendaknya pikiran positif tersebut tercermin pada sikap yang disebut sebagai sikap positif.
Sikap positif dapat ditempuh melalui berbagai cara, misalnya :
  1. Motivasi diri, yaitu dengan melihat seberapa jauh keinginan kita dengan menentukan impian dalam hidup dan hal-hal yang harus kita capai dalam hidup ini.
  2. Meyakini bahwa kegagalan adalah suatu proses dan bukan tujuan akhir dari perjuangan kita. Keyakinan bahwa kita BISA sebab sebagian besar orang yang gagal adalah orang yang TIDAK MENCOBA atau BERHENTI PERCAYA bahwa mereka bisa. Dalam berpikir dan bertindak positif, seharusnya kita tidak berorientasi pada hasil, tetapi pada usaha yang telah kita lakukan dan manfaatnya bagi kita. Kermit W. Lueck dalam sebuah risetnya menemukan ada empat faktor yang mementukan orag sukses, yaitu : tingkat kecerdasan, ilmu pengetahuan, keterampilan, dan skap pribadi. Dalam hal ini ia menemukan bahwa 93% suksesnya seseorang dari sikap pribadi, yaitu skap tetap mau berusaha, tidak mengeluh, tetap bertahan, berjuang, dan sabar.
  3. Menanamkan rasa syukur dalam diri yang dimulai dengan menghargai setiap hasil yang telah dilakukan. Kita akan jadi besar bila kita mau menjadi besar. Karena seorang hanya akan menjadi sebesar apa yang kita pikirkan.

Ciri-ciri dari orang yang berpikir positif:
·         Melihat masalah sebagai tantangan
·         Menikmati hidupnya
·         Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
·         Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran tersebut terlintas di benak
·         Mensyukuri apa yang dimilikinya
·         Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
·         Tidak bikin alasan tapi langsung bikin tindakan
·         Menggunakan bahasa tubuh yang positif
·         Peduli pada citra diri

Cara untuk membangun sikap menjadi lebih positif:
·         Memilih bersikap optimis
·         Memilih menerima segala apa adanya
·         Memilih cepat pulih
·         Bisa memilih cerita
·         Bersikap antusias
·         Bersikap lebih peka
·         Memilih humor
·         Bersikap lebih sportif
·         Bersikap rendah hati
·         Lebih bersyukur
·         Meningkatkan keimanan pada Tuhan YME
·         Memilih berpengharapan

Manfaat berpikir positif
·         Menjaga dan meningkatkan kesehatan
·         Merasa akan berhasil dalam melakukan suatu tugas yang bisa menjadi motivator dalam dirinya
·         Awal berkembangnya optimisme
·         Mengembangkan perasaan yang positif
·         Bersikap tegar dalam menghadapi kegagalan
·         Melatih rasa percaya diri
·         Mengembangkan citra diri yang positif
·         Menganggap bahwa setiap kejadian pasti ada hikmahnya
·         Mengembangkan daya kreatif seseorang
·         Selalu tekun dan tegar dalam menghadapi tugas dengan berbagai permasalahan
Selalu terjalin hubungan sosial yang positif















LKS: Melatih Cara Berpikir Positif

Bacalah kasus ini kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikutnya! Diskusikanlah!
Kasus
Dina adalah siswa kelas XI di salah satu SMA Negeri di Surabaya. Dia satu kelas dengan Rani dan Selfi. Pada saat jam istirahat berlangsung, di kelas hanya ada mereka bertiga, sedangkan teman-temannya yang lain berada di luar kelas. Tiba-tiba Rani membisikkan suatu hal kepada Selfi, sehingga mereka tertawa terbahak-bahak. Dina yang melihat hal itu merasa geram karena dia berpikir kalau Rani dan Selfi membicarakannya sambil mengejeknya, padahal belum tentu kalau mereka berdua membicarakan Dina. ‘Kalian menghinaku, ya?’ Kata Dina.
‘Iiihh ge er.’ Jawab Selfi. Kemudian Dina menjambak rambut Selfi dan Rani yang melihat hal itu membalasnya dengan menjambak rambut Dina. Akhirnya terjadilah pertengkaran dan kelaspun menjadi ramai.
Pertanyaan
  1. Identifikasi apa yang menyebabkan terjadinya pertengkaran di kelas tersebut?
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
  1. Menurutmu  bagaimana seharusnya sikap Dina terhadap Rani dan Selfi?
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................

Tulislah salah satu pengalamanmu dalam berkomunikasi yang menyebabkan kesalahpahaman, berilah alasan tentang faktor penyebabnya!



RENCANA PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING
(RPBK)
Sekolah                       :   SMA Wijaya Putra Surabaya
Kelas / Semester          :   XI / Semester 1
Alokasi waktu             :   2 X 45 menit
Topik / Materi             :   Dimensi Kecerdasan Remaja
Bidang Bimbingan      :   Bimbingan Pribadi
Fungsi Bimbingan       :   Fungsi Pemahaman dan Pengembangan
Jenis Layanan              :   Layanan Informasi
     I.              Standart Kompetensi :
Memiliki pengetahuan tentang dimensi kecerdasan IQ, EQ, PQ, dan SQ.
II.                Kompetensi Dasar    :
Memahami kecerdasan IQ, EQ, PQ, dan SQ pada remaja.
 III.            INDIKATOR                     :
Kognitif
Konten
1.      Mendeskripsikan pengertian tentang IQ, EQ, PQ, dan SQ.
2.      Menyebutkan contoh tentang kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, kecerdasan fisik, dan kecerdasan spiritual.
            Proses
1.      Mengidentifikasi permasalahan yang pernah mereka alami yang berhubungan dengan
            Afektif
Perilaku berkarakter:
Mandiri, memahami kecerdasan IQ, EQ, SQ, dan PQ agar dapat menerapkannya pada perilaku sehari-hari.



Keterampilan sosial:
·         Secara mandiri mampu mengatur jadwalnya dengan benar dan bertanggung jawab.
·         Melakukan diskusi dengan teman-temannya mengenai kesulitan belajar yang di alami berdasarkan pengalaman.
Tujuan:
1.      Siswa dapat mendeskripsikan tentang dimensi kecerdasan remaja.
2.      Siswa dapat menerapkan dimensi kecerdasan dalam kehidupannya sehari-hari.
 IV.            METODE
Metode Bimbingan Klasikal dengan Presentasi dan pemberian tugas.

    V.            Alat dan Sumber Belajar
Sumber :
1.      Bahan bacaan : Dimensi Kecerdasan Remaja.
2.      File dalam bentuk power point
Alat     :
1.         LCD
2.         White Board dan spidol
3.         Lembar Tugas Siswa

 VI.            PENILAIAN
Laiseg (Penilaian Segera)
1.      Pengamatan terhadap proses layanan Bimbingan dan Konseling.
·         Pengamatan tentang keseluruhan materi
·         Pengamatan perilaku berkarakter



2.      Tugas
Laijapen : mampu memahami dimensi kecerdasan remaja dan mampu meningkatkan kecerdasannya.
Laijapan : evaluasi diri

VII.            DAFTAR PUSTAKA
Mulyaningtyas, Renita B., Hadiyanto, Purnomo Yusuf. 2006. Bimbingan dan Koseling SMA untuk kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga.




Surabaya,  12  Oktober- 2015

Kumiyati, S.Pd



Dimensi Kecerdasan Remaja
Anggapan bahwa IQ (Intelligence Quotient) merupakan satu-satunya tolok ukur kecerdasan, bahkan sering dijadikan parameter keberhasilan manusia, surut dengan munculnya konsep kecerdasan emosional atau EQ (Emotional Quotient) dan kecerdasan spiritual atau SQ (Spiritual Quotient). Kecerdasan manusia ternyata lebih luas dari anggapan yang di anut selama ini. Kesuksesan manusia ternyata lebih terkait dengan beberapa jenis kecerdasan lain selain IQ.
1.      Kecerdasan otak/ kecerdasan intelektual (IQ)
IQ atau Intelligence Quotient merupakan daya nalar dan logika seseorang yang berupa kemampuan untuk mempelajari keterampilan baru, menganalisis, dll. IQ digunakan untuk memetakan kemampuan kognitif dan kesiapan seseorang untuk mempelajari sesuatu, walaupun bukan merupakan satu-satunya kecerdasan yang dapat memastikan apakah seseorang dapat sukses di masa depan atau tidak. IQ secara fakta genesis bersifat menetap dan tidak dapat dipelajari.
Nilai tinggi pada tes IQ belum dapat menjamin seseorang akan memperoleh nilai akademik yang bagus di sekolah maupun sukses di masa depan.
a.       Faktor internal seperti rasa malas sehingga tidak mau berlatih. Otak manusia perlu dilatih sehingga dapat lebih fokus dan membuat manusia mahir menulis, membaca, mencipta, dan menganalisis. Siswa dengan nilai IQ rata-rata mampu mendapatkan nilai akademik yang tinggi asalkan siswa tersebut tekun dalam berlatih.
b.      Faktor eksternal seperti kurangnya sarana dan prasarana untuk belajar, kurangnya kesempatan untuk mendapatkan pelajaran, dll.
2.      Kecerdasan emosional (EQ)
Tingginya IQ tidak menjamin sesorang mampu menghadapi pengalaman-pengalaman di luar akademis. Emosi yang tak tertangani dengan baik dapat membuat seseorang bertindak bodoh.
Tidak seperti IQ, EQ atau kecerdasan emosi itu tumbuh, dipupuk, dipelajari melalui proses belajar, dan direspons melalui pengalaman-pengalaman hidup sejak seseorang lahir hingga ia meninggal.
Ada beberapa kemampuan yang menyebabkan seseorang mempunyai EQ yang tinggi.
a.       Kemampuan memahami atau mengenali emosi diri, yaitu kesadaran diri untuk mengenali perasaan pada waktu perasaan itu terjadi.
b.      Kemampuan mengelola emosi, yaitu mampu menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap dengan tepat. Kemampuan ini tergantung pada kemampuan mengenali emosi diri.
c.       Kemampuan memotivasi diri, yaitu kemampuan untuk menata emosi untuk mencapai tujuan, selalu meyakinkan diri sendiri untuk terus berusaha, tetap bergairah dan antusias terhadap segala yang ingin dicapai.
d.      Kemampuan mengenali emosi orang lain, yaitu kemampuan untuk dapat berempati terhadap orang lain.
e.       Kemampuan untuk membina hubungan, yaitu kemampuan untuk dapat menularkan perasaan positif kepada orang lain.
Seseorang yang secara emosi tidak cerdas biasanya:
1.      Bersifat agresif.
2.      Cenderung berpikir negatif.
3.      Malas dan lebih suka melakukan kegiatan untuk menyenangkan diri secara berlebihan.
4.      Lebih mementingkan diri sendiri (egois).
5.      Tidak mampu menentukan tujuan.
6.      Cepat cemas dan depresi.
7.      Menarik diri dari pergaulan.
8.      Kurang percaya diri.
3.      Kecerdasan fisik (PQ)
Kecerdasan fisik adalah masalah yang menyangkut kekuatan dan kebugaran otot sekaligus kekuatan dan kebugaran otak dan mental. Kecerdasan fisik di sini adalah bagaimana cara seseorang untuk mengelola kondisi fisiknya secara sehat dan semestinya.
Beberapa hal yang diperlukan agar individu mempunyai kecerdasan fisik adalah:
1.      Luangkan waktu untuk istirahat. Kita merilekskan diri baik tubuh maupun pikiran.
2.      Kemampuan untuk merawat diri. ketika seseorang memasuki masa remaja, terjadi perubahan fisik, misalnya produksi keringat yang berlebih.
4.      Kecerdasan Spiritual (SQ)
Manusia modern adalah manusia yang mempunyai kualitas intelektual yang memadai karena telah menempuh pendidikan yang memadai pula. Namun terkadang kualitas intelektual tersebut tidak di imbangi dengan kualitas iman atau emosional yang baik.
Kecerdasan spiritual yang memadukan antara kecerdasan intelektual dan emosional menjadi syarat penting agar manusia dapat lebih memaknai hidup dan menjalani hidup penuh berkah.
Kecerdasan spiritual atau SQ adalah kecerdasan manusi yang paling tinggi, pokok dari SQ adalah:
-          Kemampuan seseorang untuk menghayati keberadaan Tuhan atas segala apa yang ada dalam diri kita.
-          Kemampuan memahami hakikat diri secara utuh.
-          Kemampuan untuk memahami hakikat di balik realitas.
-          Kemampuan kemampuan memberi makna terhadap pengalaman hidup.
-          Kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
-          Kemampuan memaknai bahwa kehadiran kita entah profesi atau status kita entah profesi atau status kita mampu membuat orang lain merasa dihargai dan mempunyai pengharapan.





Latihan Kecerdasan Intrapribadi (Self Smart)

©      Tuliskan 20 pernyataan positif tentang diri Anda.
©      Carilah otobiografi tokoh-tokoh yang menginspirasi Anda.




____
RENCANA PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING (RPBK)

Sekolah                                   : SMA  Wijaya Putra Surabaya
Kelas/semester                        : XI/Ganjil
Alokasi waktu                         : 1 x 45 menit (1 x pertemuan)
Bidang Bimbingan                  : Bimbingan Sosial
Topik / Materi                         : Etika Pergaulan
Fungsi Bimbingan                   : Fungsi Pemahaman dan Pencegahan
Jenis Layanan                          : Layanan Informasi

       I.            Standar Kompetensi             :
Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis, berdasarkan tugas perkembangan menurut Havighurst dalam Hurlock (Api, 2008)

    II.            Kompetensi Dasar                 :
1.      Memiliki kemampuan dalam menjunjung etika dan menghargai orang lain dalam pergaulan
2.      Mampu memahami apa yang disukai oleh diri sendiri dan belajar menyukai apa yang disukai orang lain
3.      Siswa mampu menjadi individu yang dapat menempatkan diri dalam pergaulan yang baik dan berhasil

 III.            Indikator                                :
Kognitif
Konten :
1.      Mengidentifikasi pengertian dan manfaat dari etika pergaulan
2.      Menyebutkan sikap-sikap yang seharusnya dimiliki dalam pergaulan
3.      Menemukan poin-poin terpenting yang dapat dilakukan dalam pergaulan di lingkungan baru


Proses :
1.      Mengidentifikasi sikap yang disukai dalam pergaulan sehari-hari.
2.      Sharing (saling berbagi pengalaman) tentang kesulitan dalam bergaul di lingkungan baru.
3.      Mendeskripsikan pengertian dan manfaat dari etika pergaulan
Afektif
Perilaku berkarakter:
·         Tanggung jawab, berani berpendapat, jujur, dan menghargai pendapat orang lain
Keterampilan sosial:
·         Melakukan kegiatan diskusi dalam kelompok tentang kesulitan bergaul di lingkungan yang baru dan sikap yang mungkin disukai dalam pergaulan sehari-hari dengan memperhatikan poin-poin tertentu, yaitu: santai, serius, bertanggung jawab, jujur, kerja sama dan berani berpendapat.

 IV.            Tujuan :
·         Siswa dapat memahami apa yang disukai diri sendiri dan apa yang disukai orang lain, minimal dimulai dari teman satu kelompok.
·         Siswa dapat menyebutkan dan mengambil kesimpulan tentang apa saja yang harus diperhatikan dalam pergaulan sehari-hari.
·         Siswa dapat menyebutkan etika dan sikap apa sajakah yang seharusnya kita miliki dalam pergaulan

    V.            Topik / Materi                       :
Etika Pergaulan (materi terlampir)

 VI.            Metode                                   :
·         Model bimbingan Klasikal
·         Metode ceramah, tanya jawab, serta pemberian tugas secara individu

VII.            Alat dan Sumber Belajar                 :
Sumber:
1.      Informasi dan artikel dari internet
2.      Buku LKS
Alat :
1.      LCD, laptop
2.      Papan tulis dan spidol
3.      Lembar tugas untuk siswa

VIII.            Penilaian                                :
Laiseg (Penilaian Segera) :
1.      Pengamatan terhadap proses layanan Bimbingan dan Konseling.
·         Pengamatan tentang keseluruhan materi
·         Pengamatan perilaku berkarakter
2.      Tugas dan angket
Laijapen : menentukan cita-cita melalui angket
Laijapan : evaluasi

 IX.            Daftar Pustaka                      :

Api. 2008. Tugas Perkembangan Remaja. http://apadefinisinya.blogspot. com/.../tugas-tugas-perkembangan-remaja.html
Mulyaningtyas, Renita B., Hadiyanto, Purnomo Yusuf. 2006. Bimbingan dan Konseling SMA Untuk Kelas XI. Jakarta : Penerbit Erlangga





                                                                            Surabaya, 02 -Nopember  2015
                                                                                                            Konselor


      Kumiyati, S.Pd




LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

Tujuan             : Pengamatan ini akan memusatkan pada bagaimana perilaku siswa.
Petunjuk          : Amati pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling mulai pembukaan sampai penutup. Untuk akivitas 1 – 5, amati salah satu kelompok tertentu. Untuk aktivitas 6 – 8 amati seluruh siswa. Bubuhkan tanda tolly pada perilaku berikut yang sudah diamati.

______________________________________________________________________

Frekuensi                                               Aktivitas siswa
1)        Membaca (mencari informasinya dsb)
2)        Mendiskusikan tugas
3)        Mencatat
4)        Mendengarkan penjelasan guru
5)        Melakukan simulasi / praktik
6)        Bertanya kepada guru
7)        Mempresentasikan, bertanya, menyampaikan pendapat
8)        Perilaku tidak relevan
________________________________________________________________________














FORMAT PENGAMATAN PERILAKU BERKARAKTER

Siswa       :
Kelas        :
Tanggal    :

Petunjuk: Untuk setiap perilaku berkarakter, beri penilaian atas perilaku berkarakter siswa menggunakan skala berikut ini:
D = menunjukkan perbaikan
C = menunjukkan kemajuan
B = memuaskan
A = sangat baik

Format Pengamatan Perilaku Berkarakter
NO
Rincian Tugas Kinerja
(RTK)
Menunjukkan perbaikan
(D)
Menunjukkan kemajuan
(C)
Memuaskan

(B)
Sangat baik

(A)
1.
Tanggung jawab




2.
Membantu teman




3.
Kekompakan dan kerjasama




4.
Berani berpendapat




                                                                                                

Catatan Khusus:
_________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


                                                                                            Surabaya,02-Nopember  2015
                                                                                                             Pengamat

                                                                                                       Kumiyati, S.Pd
Laporan pengamatan terhadap proses Layanan Bimbingan dan Konseling

Kriteria
Penskoran
Skor
Skor max
Minat terhadap materi
·         Sangat berminat
4
4
·         Cukup berminat
3
·         Kurang berminat
2
·         Tidak berminat
1

Mendiskusikan materi
·         Sangat baik
4
4
·         Cukup baik
3
·         Kurang baik
2
·         Tidak baik
1

Pemahaman materi
·         Sangat memahami materi
4
4
·         Cukup memahai materi
3
·         Kurang memahami materi
2
·         Tidak memahami materi
1

Jumlah

















Materi :

ETIKA PERGAULAN

Pengertian etiket dan etika
Manusia sebagai makhluk sosial berinteraksi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Interaksi tersebut dapat berjalan baik apabila ada batasan yang menjadi kesepakatan bersama dan ditaati oleh semua pihak. Aturan itu disebut etiket. Etiket berasal dari bahasa prancis etiquette, yang artinya aturan sopan santun dalam pergaulan. Sedangkan etika, berasal dari bahasa Yunani ethos, artinya falsafah moral dan merupakan pedoman cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, dan agama. Etika memuat kriteria apa yang ‘baik’ dan yang ‘tidak baik’, asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak, serta nilai apakah suatu perbuatan boleh atau tidak boleh dilakukan.

Prinsip etika pergaulan berikut ini disarikan dari ladasan prinsipil etika yang dikemukakan oleh Mortimer J. Adler dalam bukunya six great ideas. Yaitu:
1.      Prinsip kebenaran (truth)
Kebenaran yang mutlak hanya dapat dibuktikan dengan keyakinan, dan dibuktikan pada masyarakat bahwa keyakinan tersebut benar.
2.      Prinsip kebaikan (goodness)
Kebaikan diartikan sebagai sifat yang menimbulkan pujian
3.      Prinsip keindahan (beauty)
Prinsip ini tercermin dari adanya rasa kasih sayang antar sesama, kedamaian, ketentraman, kerjasama, dan sebagainya
4.      Prinsip kebebasan (liberty)
Setiap orang berhak menentukan pilihan apa yang terbaik untuk dirinya.
5.      Prinsip persamaan (equality)
Semua ciptaan Tuhan mempunyai derajat yang sama dalam kehidupan. Etika yang dilandasi persamaan menghapuskan perilaku diskriminatif
6.      Prinsip keadilan (justice)
Yaitu kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya diterima.

Prinsip etika pergaulan
Pada dasarnya, etika pergaulan berhubungan erat dengan tata susila dan adat istiadat. Ketentuan sopan santun ini meliputi berbagai bidang kehidupan kita sehari-hari. Kadang, suatu yang dianggap sopan di suatu tempat ternyata dianggap tidak sopan di tempat lain. etika pergaulan harus dikuasai agar hubungan kita dengan orang lain dapat lebih baik dan dapat menyenangkan semua pihak yang kita ajak bergaul. Sangatlah disarankan apabila dalam pergaulan, di samping mengetahui etika pergaulan, juga menggunakan perasaan sehingga orang disekeliling kita merasa senang dalam segala suasana dan keadaan.
Sebagai bagian dari komunitas sosial, kita perlu memahami beberapa prinsip etika pergaulan. Prinsip etika pergaulan adalah asas umum yang dapat dipakai sebagai petunjuk yang tepat bagi tingkah laku, tindakan, atau perbuatan seseorang dalam pergaulan untuk mencapai moral yang baik.
Beberapa prinsip etika pergaulan :
a.       Prinsip hak dan kewajiban
b.      Prinsip tertib dan disiplin
c.       Prinsip kesopanan
d.      Prinsip kesederhanaan
e.       Prinsip kejujuran
f.       Prinsip keadilan
g.      Prinsip cinta kasih

Melaksanakan prinsip-prinsip etika pergaulan
Perhatikanlah tiga tingkat pelaksanaan prinsip etika pergaulan dalam hidup sehari-hari berikut ini:
1.      Melaksanakan etika pergaulan masih dalam konsep
2.      Melaksanakan etika pergaulan sedang dalam proses
3.      Melaksanakan etika pergaulan sudah menjadi bagian hidupku.

SIKAP YANG DISUKAI DALAM PERGAULAN SEHARI-HARI
Menjadi sosok yang disukai dalam pergaulan memang gampang-gampang susah. Tidak semua sikap dan kebaikan kita bisa diterima lingkungan pergaulan kita. Untuk disukai, kita harus tau seni dan etika pergaulan. Banyak di antara kita yang rela menekan diri sendiri, termasuk berpura-pura menjadi orang lain. Menjadi diri sendiri tak berarti narsis, selama kita masih menjunjung etika dan menghargai orang lain. Ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan dalam pergaulan sehari-hari, terutama dalam lingkungan baru kita, yaitu:
1.      Berkenaan dengan penampilan fisik. Penampilan fisik memang tak selalu menjadi jaminan bahwa seseorang akan disukai, tetapi umumnya orang yang bersih dan rapi banyak disukai. Bagaimanapun, kemasan penampilan fisik merupakan nilai estetis yang bisa mendukung kesan pertama seseorang di mata orang lain.
2.      Berbicara dan bersikap sopan saat menyapa orang lain, termasuk guru, teman atau sahabat. Tak salah kalau orang-orang bijak mengatakan bahwa kata-kata itu ibarat pedang. Kesopanan bisa menimbulkan kesan pertama yang baik saat kita berkenalan dengan teman baru atau dengan lingkungan yang baru.
3.      Menunjukkan sikap yang ramah dan pribadi yang disiplin. Senyuman yang tulus merupakan simbol keramahan hati seseorang. Senyum bisa membuat orang lain tergugah dan nyaman karena senyum bisa menawarkan pertemanan yang hangat.
4.      Biasakan untuk memberi dan berbagi. Hal ini dimulai dari hal yang sepele. Saat kita punya makanan kecil, paling tidak tawari teman kita. Kalau makanannya sedikit, usahakan jangan makan di depan teman-teman kita. Sikap seperti ini menunjukkan bahwa kita peduli dengan sekeliling kita dan menjaga perasaan orang lain.
5.      Hindari pembicaraan yang kurang bermanfaat seperti bergosip atau menyebarkan desas-desus. Meskipun kelihatannya asyik tetapi sikap seperti ini mencerminkan bahwa kita gemar mengungkap aib orang lain dan menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Hal ini juga bisa menjadi boomerang buat kita nantinya karena kita bisa dicap bigoss (biang gossip).
6.      Jangan mengganggu teman saat ia sedang serius belajar, bekerja atau menyimak sesuatu. Biarkan ia nyaman dengan kegiatannya. Kalu toh ada hal penting yang harus dibicarakan, tunggulah beberapa saat sampai kegiatannya selesai. Dengan sikap seperti ini, teman kita akan merasa dimengerti dan dihargai.
7.      Jangan menguping pembicaraan teman. Meskipun kita merasa akrab dengan teman kita, kita tetap harus tahu dan menghargai batasan hal-hal yang bersifat pribadi.
8.      Bersikap care saat teman sedang curhat. Simak ceritanya baik-baik dan pahami permasalahannya. Jangan cepat menyela pembicaraan teman atau nge-judge setiap permasalahan teman karena ini akan mengurangi kepercayaan teman terhadap kita dan membuatnya sakit hati. Meskipun kita tidak bisa memberikan solusi yang tepat, setidaknya kita menjadi pendengar yang baik.
9.      Biasakan rendah hati dan jangan terlalu membanggakan diri sendiri atau keluarga di setiap obrolan dengan teman. Memang wajar kalau kita merasa bangga dengan diri kita, tetapi kalau terlalu sering melakukannya kita akan dicap sombong dan tinggi hati. Akuilah dan hargailah kelebihan orang lain karena dengan begitu kita akan terbiasa berjiwa besar dan berlapang dada.
10.  Usahakan untuk tidak menampakkan ekspresi bete, suntuk dan tidak bersemangat di hadapan teman. Mimik seperti ini sangat tidak menyenangkan. Wajah ceria, dihiasi senyuman dan bersemangat sangat disukai orang. Kalu toh kita punya masalah, ajak sahabat atau orang terdekat untuk berbagi. Jangan sampai uring-uringan ke semua orang untuk melampiaskan kekesalan kita.
11.  Jadilah diri sendiri dan tidak berpura-pura. Artinya, kita juga perlu menunjukkan siapa diri kita. Bersikap tegas dan tidak mengorbankan diri untuk sekedar diakui lingkungan pergaulan merupakan benteng bagi kita juga dalam menyikapi pengaruh lingkungan pergaulan kita.
Sikap-sikap tersebut memang terlihat sepele, tetapi dapat menghiasi kecantikan akhlak seseorang. Bila semua itu kita lakukan dengan tulus, kita bisa disukai dalam pergaulan. Perlu diketahui, jika ingin disukai, pahamilah apa yang kita sukai dan belajarlah menyukai yang orang sukai karena  orang yang baik adalah orang yang menempatkan lidah di hatinya dan menjadikan hati sebagai lidahnya.

Cara Bergaul Yang Baik
Manusia adalah mahluk sosial, yang kehidupannya tak lepas dari orang lain. Baik dalam bekerja, maupun dalam pergaulan sehari-hari. Untuk itu diperlukan beberapa cara atau tips bagaimana dalam pergaulan nantinya tidak menimbulkan permasalahan tetapi yang diharapkan menimbulkan kebaikan dalam pergaulan tersebut.
1.      Menghargai Orang lain
2.      Bercanda
3.      Menjadi Orang Yang di Percaya
4.      Menjadi Teman Yang bisa diandalkan
5.      Selalu Berprasangka Baik
6.      Suka Menolong
7.      Bersikaplah ramah...
8.      Jangan pilih-pilih...!!!



Dasar - dasar etiket pergaulan terdiri dari :
1.      Bersikap sopan dan ramah kepada siapa saja.
2.      Memberi perhatian kepada orang lain.
3.      Berusaha selalu menjaga perasaan orang lain.
4.      Bersikap ingin membantu.
5.      Memiliki rasa toleransi yang tinggi.
6.      Dapat menguasai diri, mengendalikan emosi dalam situasi apapun.
Jadi pada prinsipnya dalam etiket kamu harus ' Selalu berusaha untuk menyenangkan orang lain '(Always wants to please anybody)' .
























Lembar Kerja Siswa

  1. Menurut kalian, apa yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan bergaul terutama di lingkungan yang baru?
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
  1. Apa yang kalian pikirkan ketika sedang berada di lingkungan yang baru?
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
  1. Apa yang menjadi kendala bagi kalian dalam bergaul?
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
  1. Apa yang kalian lakukan untuk bisa mengatasi kendala tersebut?
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
  1. Sebutkan sikap apa saja yang disukai dalam pergaulan sehari-hari?
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________